[TIPS] Membuat CV (Curriculum Vitae)


Curriculum Vitae atau CV termasuk salah satu persyaratan wajib yang diminta saat Anda mengajukan aplikasi beasiswa dan universitas. Poin penting yang akan dinilai dari CV sese­orang antara lain : prestasi akademik dan/atau non-akademik seperti pengalaman mengikuti UKM, pengalaman berorganisasi, pengalaman kerja (bila ada), dan/atau keaktifan di bidang lain {workshop, seminar, dan lain-lain).

Yang harus diperhatikan dalam menuliskan hal tersebut ke dalam CV adalah relevan atau tidaknya pencapaian atau pengalaman tersebut terhadap bidang ilmu yang akan dituju. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selektif dalam memasukkan pencapaian masa. lalu, terlebih jika dulu Anda punya segu­dang pengalaman atau prestasi. Tidak apa-apa memasukkan prestasi atau pengalaman di bidang lain, jika itu memang bernilai dan layak diapresiasi. Misalnya: memenangi lomba paduan suara tingkat internasional, mengikuti kejurnas atau PON, International Volunteering, dan lain-lain. Jika dahulu Anda sering mengikuti pelatihan, workshop, atau seminar, juga cukup cantumkam yang tarafnya diperhitungkan : nasio­nal atau internasional. Dengan begitu, Anda akan lebih gampang menggiring pewawancara nantinya pada pertanyaan yang bidangnya benar-benar Anda kuasai.

Satu hai terakhir yang sangat penting dalam menulis CV adalah kejujuran. Jangan karena prestasi dan peng­alaman masih kurang, lalu Anda mengada-ada. Lembaga beasiswa, khususnya LPDP, sangat menjunjung tinggi inte­gritas kandidatnya. Para penilai dan pewawancara pun ada­lah orang yang sangat profesional dalam menguji kualitas pelamar beasiswa. Bersikaplah jujur dalam menuliskan CV Anda. Apabila Anda merasa belum memiliki prestasi atau keunggulan tertentu yang menjadi kelebihan Anda, mulailah dari saat ini juga untuk mencari keunggulan dan mencetak prestasi bagi diri Anda. Hal ini penting mengingat Anda bersaing dengan beribu-ribu kandidat lainnya di tingkat nasional. Oleh karena itu, persiapkan diri Anda dengan matang sebelum mendaftar beasiswa LPDP.

Komentar